Assalamualaikum
Ibu ...
Saat ibumu sudah tua renta, tak dapat
menangkap pembicaraan dengan baik karena telinganya sudah mulai tuli, tak dapat
mengingat dengan benar karena ingatannya sudah mulai pikun, tak dapat mengatur
dirinya dengan rapi karena gerakannya sudah mulai lambat, apakah kau akan
bersabar menghadapinya seperti sabarnya dia dulu menghadapimu sewaktu kau belum
bisa melakukan apa pun? Ibumu mungkin tidak secerdas kamu, tidak sesukses kamu,
tidak sesempurna fisikmu, tapi dia memiliki hati yang begitu ikhlas sehingga
tak pernah memintamu untuk membayar kembali segala jasanya yang membuat kamu
seperti sekarang. Ibu adalah yang menyayangimu sepenuh hati, bahkan saat kau
baru berbentuk seonggok tulang dan daging di dalam rahimnya. Dulu, saat nada
suara ibumu meninggi karena marah padamu, kau mungkin akan menangis
sejadi-jadinya. Kini, saat nada
suaramu meninggi karena kesal pada ibumu, ibumu mungkin tidak menitikkan tangis
air mata setetes pun, tapi hatinya yang menangis. Ibu
mencintai anaknya dengan caranya sendiri. Mungkin dengan memarahimu, lalu
memelukmu kembali. Jangan biarkan ibumu teluka dan
menangis meski setetes karena ulahmu. Dia sudah terlalu banyak menahan sakit
dan menghabiskan banyak darah saat melahirkanmu. Meski kau menyerahkan seluruh
harta milikmu, kau tidak akan sanggup membayar pengorbanan ibumu saat
mengandung, melahirkan, menyusui, memberimu makan, dan membimbingmu hingga
besar. Hal membahagiakan yang sekaligus membuat seorang ibu sedih adalah saat
melepas anak yang sudah dibesarkannya dengan penuh kasih sayang untuk membina
keluarganya sendiri. Seorang ibu adalah dia yang selalu melihatmu masih sebagai
anak kecilnya meski kau sudah beranjak dewasa. Ibumu mungkin tak sepandai
kekasihmu dalam merangkai kata-kata indah demi menyenangkanmu. Tapi ibu, tanpa berkata-kata padamu, akan selalu melakukan hal-hal
indah demi membahagiakanmu. Maka bersyukurlah dan manfaatkanlah waktu
saat kau masih diberikan kesempatan untuk membahagiakan ibumu. Betapa banyak orang yang baru menyadari ini setelah ibunya tiada.
Yusra Efendi
Email hadyhendra24@gmail.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar